Rabu, 25 November 2009
Mengapa Ekosistem semakin rusak?
ini merupakan pertanyaan yang perlu diperhitungkan sebagai renungan untuk kita. Jawaban dari ini semua adalah kita sendiri. Ulah jahil tangan manusia yang sebagian besar mengakibatkan rusaknya ekosistem. Entah sadar atau tidak ini berdampak nyata.
Global warming yang tak asing lagi di telinga ini terjadi karena ulah kita. Manusia terlalu mengeksploitasi sumber daya alam demi kepentingan pribadi. Contoh kecilnya antara lain:
* Banyak hutan ditebang menjadi lahan perumahan/industri, mengakibatkan tanah tandus dan tidak produktif lagi. Dampak terbesar diantaranya tanah longsor.
* Mengeksploitasi sumber daya tambang, sehingga merusak pusat bumi. Seperti yang telah terjadi di Porong, Sidoarjo yang mengeluarkan lumpur panas.
* Pembuangan sampah pada sungai mengakibatkan tersumbatnya aliran air. Berdampak banjir banyak terjadi.
* Pengolahan sampah yang tidak optimal sehingga mengotori ekosistem tanah.
* Asap pembakaran, asap pabrik, asap kendaraan dan sebagainya mengganggu komposisi udara.
* Dan masih banyak lagi tentunya.
Itulan sedikit pengulasan mengenai alasan mengapa ekosistem ini semakin rusak yang semoga bisa sedikit mengingatkan kita untuk lebih menjaga ekosistem yang telah diberikan oleh Tuhan kita....
Minggu, 15 November 2009
Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, dan logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan atarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
- Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
- Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
- Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
- Komponen hidup (biotik)
- Komponen tak hidup (abiotik)
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
